Contoh Naskah Drama Kemerdekaan 17 Agustus

1 comment 4224 views
Contoh naskah drama kemerdekaan 17 Agustus yang memiliki makna dan isi yang sangat mendalam tentang kemerdekaan Bangsa Indonesia berikut diperankan oleh 9 orang yang masing-masing memiliki karakter yang berbeda-beda dan 9 babak yang saling terkait. Drama 17 Agustus ini kami dapatkan dari Gagas Pambudi Utomo yang merupakan seorang penulis dari arsip narasi. Contoh naskah drama kemerdekaan 17 Agustus ini diterbitkan secara langsung oleh Gagas Pambudi Utomo pada tanggal 10 September 2010. Isi dari drama ini sangat begitu menarik, oleh sebab itu kami repost di pusbercom, berikut naskah drama yang kami maksud.

Contoh Naskah Drama Kemerdekaan 17 Agustus

Naskah Drama Kemerdekaan 17 Agustus

Kakek / Barjo : Doni Jendral/Wesley : Figur Indra : Luki De Jong : Fandy Bintang : Helmy Rikjaard : Dika Kakek muda/ Barjo : Ariza Marco : Farley Mata mata/ Petrus : Mirza Tukang POS : Robi Jendral/Bambang : Faiq Sugeng : Purna Trisno : Rizky Sulis : Afif BABAK 1
( Di ruang keluarga main PS ) # music = Bintang : Ternyata asik juga ya di rumah gini gaperlu dengerin pelajaran yang bosenin di kelas. Indra : Iya Tang kita bisa santai main PS gini. Eh tapi entar kalau ketauan gemana? Bintang : Santai aja lah, tadi akau uda buat surat izin sakit buata kita berdua jadi jangan khawatir. Lagian mamah papah kan lagi ke luar kota. Indra : Oke sip deh lah, lanjut. (tanpa disadari kakaek mendegarkan pembicaraan mereka) Kakek : Bintang,, Indra,, ko kalian main PS. Bukannya ini hari sekolah? Bolos ya? Indra : Ko Kakek tau sih... Bintang : (nyolek Indra) Ga ko kek ini kan lagi libur soalnya kelas 12 lagi ujian kek. Kakek : Ckckckck, kalian ni. Kakek jadi heran harusnya kalian bersyukurbisa sekolahdengan tenang di zaman ini. Ga kaya zaman Kakek. Bintang : Memeang zaman Kakek kaya gemana? Kakek : Wah ga aman pokoknya. Jadi gini ceritanya, dulu waktu Kakek muda ... # sound efect + 2 cucu menaruh stick PS kemudian mendengarkan Kakek bercerita
BABAK 2
Bambang : Wah piye iki, gemana ni? Makin hari makin bingung aja ni mau nyerag Belanda, mereka terlalu kuat untuk kita. Sugeng : Benar bos Bambang, senjata mereka sangat amouh sekali. Mereka dengan mudah membunuh teman teman kita. Kemarin aja 100 orang di babat. Trisno : Ya iya ah Geng Geng, lawong mereka pake pistol dan senapan sedangkan kita Cuma pake bambu runcing. Gemana bisa menang? Mungkin kita harus bikinn pistol juga ya? Barjo : Ga mungkin lah Tris Tris. Geman cara bikinnya coba? Mendingan atur siasat baru ja gemana? Kita harus buktiin kalao orang pribumi bisa! Sulis : Setuju dengan Barjo. Gemana bos Bambang? Ada ide ga? Bambang : Apa ya...? ada ide ga kamu Geng? Sugeng : Ga tu, Kamu tris? Trisno : Ga ada juga, Kamu Jo? Barjo : Ga ada juga, Kamu Lis? Sulis : mmmm...aku tau, gemana kalo salah satu dari kita ada yang menyusup ke markas Belanda jadi mata mata terus curi strategi mereka. Semua : haaa,,, ? menyusup? Gila ya? Sulis : Ga ga, itu tu strategi paling jitu menurutku dan aku saranin Barjo aja yang jadi penyusup # efect + kembali ke rang TV Indra : Lo Kakek tu Jadi siapa Kek? Bintang : Iya dari tadi g akasi tau? Kakek :Oh iya lupa nak. Kakek itu Barjo waktu muda panggilannya. Cucu : Oooo Kakek Barjo... # efect + kembali ke TKP Bambang : Oke Jo siap jadi mata mata? Pokoknya cari semua strategi Belanda terus kasi tahu kita. Barjo : La gemena ntar aku kasih taunya coba? Trisno : santai aja kita kan punya tukang POS, ni tak panggilin.(Agung datang) Barjo :namanya? (jabat tangan) Bori : Bori mas. Senang bekerja dengan anda. # efect + kembali ke ruang keluarga Kakek : Setelah itu Kakek menyamar jadi tukang semir buat Belanda, kemudian ...
BABAK 3
Wesley : Wah enak kali ya jajah Indonesia. Banyak rempah-rempahnya. Apalagi orangnya bodoh-bodoh, hahaha. De Jong : He eh. Kita bisa bohongi mereka dan suruh-suruh mereka sesuka hati, hahaha Wesley : Hey, tukang semir, sini! ( Barjo menghampiri) Wesley : Semir pantopel ini sama punya dia sekalian, Ngerti! Barjo : Siap Sir! # music buat nyemir De Jong : Wow guzel, bersih sekali kau semir. Kau mau kerja dengan kami. Semir semua pantopel tentara kami. Barjo : Mau Sir, asalkan dibayar. Wesley : Bayaran itu urusan gampang. # efect ke zaman sekarang Bintang : Wah Kakek hebat ya Indra : Keren sekali nyamarnya Kek. Kakaek : Hahaha, # Rikjaard: Bos Wesley sama de Jong kemana ni. Lama sekali mereka keluar? Marco : Iya daritadi pagi. Padahal kan kita harus atur rencana perang. Petrus : Kita atur saja dulu daripada kelamaan. Paling juga si Wesley setuju. Rikjaard: Oya Trus ide bagus. Eh ngomong ngomong Indonesia makin kuat aja ni. Kemarin mereka bunuh 20 pasukan kita lo pake keris. Marco : Cuma 20 lah Jaard. Kita kan bunuh 100 orang mereka jadi gapapa lah. Kita masih menang jauh kan. 80 orang kita selamat! Petrus : Hus ngawur Co, gemanapun itu warga Belanda, gaboleh mati kecuali sakit. Rikjaard: Benar kata Petrus kita harus lakukan sesuatu yang bisa lumpuhkan mereka. Ada ide Trus? Biasanya idemu bagus bagus. Petrus : Gemana kalau ntar aku nyamar jadi Belanda yang disiksa kalian dan aku nanti pura pura pengen lawan kalian gemana? Ntar aku ambil strategi mereka. Marco : Ide bagus tu Trus, brilliant! Tapi gemana ntar caranya kau kasi tau kami? Rikjaard: Hahahha, santai aja kan ada tukang pos kita yang siap bantu. (Agung dateng) Petrus : namanya? Bori : Bori, Senang bisa bekerja dengan anda. # efect kembali zaman sekarang Indra : Loh Kek jadi mata matain gitu? Bintang : Iya kek, aneh banget? Kakek : Ya waktu itu Kakek belum tau nak. # efect ke zaman dulu
BABAK 4
Bambang : wah gemana kabarnya Barjo ya di sana?berhasil ga tu anak? Sulis : Semoga saja tidak terjadi apa apa yang buruk. Barjo kan pintar menyamar. Sugeng :Kalau tidak salah Barjo akan mengirim surat hari ini tapi sampai siang ini belum datang juga tu tukang Pos nya. Robi : “Kring kring” selamat siang. Ada kiriman dari Barjo. Sulis : Terima kasih Pak Bori Surat : Kepada teman teman pejuang Indonesia. Saya di markas belanda baik baik saja, sambil memata matai saya jadi tukang semir di sini. Sementara belum ada rapat perang. Kabar berikutnya akan ku beri tahu nanti lewat surat. Sugeng : Syukurlah kalau begitu. Kita tunggu surat berikutnya dan langsung serang. Eh ngomog ngomong si Trisno mana ya? (kemudian Trisno datang) Trisno : Hey teman teman! Apa kabar? Sulis : Baik-baik. Darimana saja kau ini jam segini baru balik? Siapa yang kau bawa? Trisno : Oh kenalin ni. Ini Petrus, dia dianiaya rekan Belandanya dan sekarang dia mencoba cari tempat perlindungan. Petrus : Perkenalkan nama saya Petrus. Saya mau jadi penduduk sini. Saya takut kalau di suruh balik lagi ke Belanda. Sugeng : Memang apa yang telah mereka lakukan padamu? Petrus : Mereka bunuh anak dan istriku hanya karena aku tak bayar pajak. Aku ingin balas dendam, aku ingin bunuh mereka semua. Sulis : Kejam sekal mereka? Baiklah Petrus kau boleh tinggal di sini tapi kita belum tau kapan akan menyerang. Bambang : Pokoknya nanti kami kasi tau, kau boleh tinggal di sini Petrus. Petrus : Terimakasih sekali semuanya... # efect ke zaman sekarang Bintang : Woh Kek licik sekali Petrus itu? Indra : Yah kamu ni Tang, kakek kan juga licik nyamarnya. Kakek : Yah begitulah kalau perang nak. Strategi itu penting nak biar ga miskomunikasi. # efect ke zaman dulu
BABAK 5
Rikjaard: Gemana kabar Petrus ya? saya sudah tidak sabar ngin segera menyerang orang-orang Indonesia itu dan mencabik cabik daging mereka. De Jong : sabar saja Rikjaard aku juga sudah menyiapkan resep khusus untuk adgng mereka. Bori : “Kring kring” Selamat siang! Ada kiriman dari Petrus. De Jong : Terimakasih Bori! Surat : Kepada teman teman Belanda. Aku telah berhasil membaur dengan para stupid Indonesian. Aku pura pura dikhianatin kalian tapi sejauh ini sepertinya mereka belum ada rencana untuk menyerang. Wesley : Oh ternyata mudah sekali ya memata-matai orang Indonesia. Rikjaard: Mereka kan memang bodoh,hahahha. Oke bagaimana kalau sekarang kita atur serangan? Marco : Ya, sekarang saja kita rapatkan bos Wesley. Lebih cepat lebih baik, jangan beri kesepatan sedikit pun pada mereka. Wesley : Oke jadi mau dari mana kita serang mereka? Marco : Jangan arahnya dulu, kita tentukan lewat mana kita akan lewat. Kita lewat kali Kranji saja. # music + belanda sedang rapat Barjo : Wah ternyata gitu ya? Aku harus segera beri tahu teman-teman Indonesiaku. Lihat saja Belanda kami akan balas dendam! # efect ke zaman sekarang Bintang : Wah kakek hebat sekali? Indra : Iya berani betul ni Kakek. Kakek : Hahaha, kakek lanjutin ya.... # efect ke zaman dulu
BABAK 6
Bambang : Teman-yeman mari kita mulai saja rapat hari ini. Sebelum itu mari kita berdoa dulu. Berdoa mulai ! Bambang : Selesai! Oke sugeng kamu punya ide apa? Sugeng :aku masih agak bingung bos, sebenarnya strategi sudah ada tapi kita belum dapat kabar lebih lanjut dari Barjo. Petrus : Barjo? Siapa itu Barjo? Trisno : Oya Petrus saya lupa kasih tau kamu. Barjo itu mata mata kita di markas Belanda. Sulis : Ya dia sudah di sana sehari sebelum kau kemari. Bambang : Oke kalau begitu kita kembali ke topik. Strategi perang. Bori : “Kring kring” ada surat dari Barjo. Sugeng : Ooo, terimakasih Bori. ( Petrus bingung) Petrus : Teman-teman maaf saya ke toilet dulu. Trisno : Oke, balik lagi ya! Surat : Kepada teman teman Indonesia Belanda ternyata ngirim mata-mata ke pihak kita yang namanya aku kurang tahu. Tolong hati hati teman teman, untuk strategi perang mereka ada di kertas satunya. Salam Merdeka! Bambang : Mata mata? Siapa? Sulis : aku tahu, pasti si Petrus. Gerak geraknya sangat mencurigakan dari kemaren. Mana dia? Sial.....!!!! Sugeng : Tadi dia pamit ke toilet, pasti dia kaur karena ada surat ini. Ini salah mu Trisno. Kau yang membiarkan dia masuk kemari. Trisno : Maaf teman-tema aku benar-benar tidak tahu. Aku pikir dia orang tersiksa yang baik-baik. Maaf teman teman. Bambang : Sudah-sudah tidak usah saling menyalahkan. Lebih baik kita bersiap siap buat penyerangan besok sambil menunggu kedatangan si Barjo sore ini. # efect ke zaman sekarang Bintang : wah terus gemana Kek? Indra : Iya kek sepertinya seru sekali? Kakek : Jadi Kakek kabur dari markas Belanda. # efect ke zaman dulu
BABAK 7
(di tengah tengah kumpulan orang orang Belanda) Petrus : Teman teman aku ada kabar buruk. Wesley : ada apa Petrus? Sepertinya gawat sekali? Rikjaard: Apa strategi mereka sangat ampuh? Atau kau ketauan memata-matai? Petrus : Ya aku memang sudah ketahuan tapi ada yang lebih gawat dari itu kawanku. Marco : Apa Petrus? Ayo critakan saja! Petrus : Gini, ternyata Indonesia telah mengirim mata mata ke kita yag namanya Barjo. De Jong : Barjo tukang semir itu? Sial ternyata selama ini dia memata matai kita? Petrus : Ya dan dia telah berhasil mencuri strategi kita dan mengirimnya lewat tukang POS Bori itu. Dia licik sekali. Wesley : Berani beraninya dia? Kita harus berbuat cepat, jangan sampai mereka mendahului serangan kita. Marco : Bagaimana kalau kita sran pagi ini sebelum matahari terbit. Kita lewat Kali Kranji saja di daerah Pereng. Rikjaard: Ya saya sependapat dengan Marco. Di sana sangat lebat semak semaknya cocok buat kita bersembunyi menunggu mereka datang. Petrus : Maaaf sekali teman teman saya tidak bisa ambil info strategi mereka. Wesley : Tak apa kawan, paling tidak kita jadi tahu kalu ternyata selama ini kita dimata matai oleh si tukang semir itu. De Jong : Mari kita sama sama bunuh para Indonesia itu dan Jayalah BELANDA! # efect ke zaman sekarang Bintang : Seru seru sekali kek, lanjut-lanjut Indra : oh ya Kek, kakek sampe kampung pejuang kapan Kek? Kakek : Sebentar nak, ini udah mau sampai di sana. Jadi keesokan harinya kakek sampai di sana dan kemudian...... # efect ke zaman dulu
BABAK 8
Barjo : Teman teman siap untuk hari ini? Pokoknya ingat strateginya yang uda aku kasi tau. Sulis : Memang kamu ngasi tau aa e Jo? Barjo : Itu Lo, Pokoknya kalau mau selamat srang para wong Londo itu dari belakang biar ga kena tembak pistol. Sulis : Oke sip lah pokoknya. Bambang : Cek semua perlengkapan! Makanan? Minuman? Keris? Peta? Lengkap! Sugeng : Lengkap bos tai ada yang kurang ni, Si Trisno belum datang! Di mana dia? Bambang : Wah iya ni, padahal udah jam segini, ntar keburu pagi. Barjo : Tunggu saja sebentar lagi. Oya nanti kita lewat kali Kranji di daerah pereng, di sana semak semak nya sangat lebat. Sangat cocok untuk bersembunyi! Bambang : okelah, kita sembunyi sampai mereka muncul. Nanti tunggu komandoku baru kita serang.hahahha Trisno : Teman teman, maaf maaf ayo kita langsung berangkat saja! Bambang : Untuk Indonesia! Semua : Untuk indonesia! Bambang : Merdeka! Semua : Merdeka! # music perjalanan ke kali kranji
BABAK 9
Wesley : Hey itu orang Indonesianya,kenapa mereka ada di sini? Bambang : Harusnya kita yang bertanya kenapa kau Belanda Beanda konyol ada di sini? Rikjaard: Hey jaga omonganmu. Tukang semir! Kau cerdik sekali ya memata matai. Barjo : Hahahahha, saya memang ahli. Hari ini kalian akan mati di tanagn kami. Petrus : Oh ini yang namanya Barjo? kami tidak takut dengan kalian, kalian Cuma punya keris yang bisa kami musnahkan dengan senapan. Sulis : Tak usah banyak bicara hiiiiyyaaaaaa !!!!!!!!!!!!rasakan ini!!!!! # efek perang Marco : Ternyata mereka kuat juga. De Jong : Tidak takuuuut! #efek perang Sugeng : wah saya takut benar dengan senapannya. Trisno : Jangan takut Geng kita tipu mereka sampai peluru mereka habis. #efek perang Wesley : celaka peluru habis Rikjaard: aaaargggh kabur Bambang : tangkap mereka!! Semua : (gembira merayakan kmenangan) Barjo : Pulanglah kau para Belanda.! Biarkan anak cucu kami bahagia di sini # efect ke zaman sekarang Kakek : Setelah itu Belanda pergi dan tak pernah jajah lagi. Jadi nak kita tu harus bersukur uda ga zaman penjajah lagi. Sekarang tu aman tentram, enak kan. Indra : Iya kek. Kakek : Kalian yang ga perang harusnya membalas jasa para pahlawan dengan mengisi kemerdekaan ini buat bangun negara kita. Jangan bolos di rumah gini. Bintang : Iya ke kami minta maaf. Kakek : Jangan di ulangi lagi ya nak. POkoknya mulai sekarang harus belajar rajin.

Video Drama Kemerdekaan 17 Agustus

Semoga repost kami dari Gagas Pambudi Utomo diatas tentang contoh naskah drama kemerdekaan 17 Agustus bermanfaat dan dapat menginspirasikan Anda dalam membuat atau menyusun naskah drama kemerdekaan.