Contoh Naskah Drama Persahabatan 3 Orang

2 comments 1547 views
Contoh naskah drama persahabatan 3 orang yang diperankan oleh wati, sita dan Ibu Dibyo. Kisah ini atau contoh teks drama ini bercerita tentang kehidupan keluarga wati yang sering dihiasi pertengkaran antara Ibu Wati dan Bapak Wati, sehingga membuat Wati tidak tahan atau tidak betah dirumah jika setiap hari mesti mendengarkan kedua orang tuanya bertengkar, hingga dilain kesempatan Wati mengemasi pakaiannya dan pergi ke rumah sahabat karibnya, yaitu Sita. Drama persahabatan ini memang berjalan tidak begitu panjang, namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal pemeran harus benar-benar melatih ekspresi agar sesuai dengan contoh naskah drama persahabatan 3 orang yang ada dibawah ini.

Contoh Naskah Drama Persahabatan 3 Orang

Contoh Naskah Drama Persahabatan 3 Orang

Suasana panggung terlihat suram dengan setting sebuah kamar tidur dan terdapat seoang gadis remaja sedang menangis sambil menutup kedua telinganya dengan bantal. Dia adalah Wati, gadis remaja berumur 17th. Di luar kamar terdengar suara pecahan piring dan makian dari Bapak dan Ibunya Wati.Tidak lama kemudian Wati mengambil handphone-nya dan mencoba menghubungi Sita, sabahat karibnya sejak mereka duduk di Bangku SD. Setelah berbicara melalui handphone, Wati mengambil sebuah tas dan mengemasi pakaian dan buku-buku sekolahnya. Dengan keluar melalui jendela kamar, Wati mencoba kabur dari rumahnya. Suasana panggung berubah menjadi setting sebuah ruang tamu. Tampak 2 orang remaja putri yang sedang berbincang. Mereka adalah Wati dan Sita. Wati: Sita, aku sudah benar-benar tidak tahan. Hampir setiap hari dan setiap saat aku mendengar bapak dan ibuku bertengkar Sita: Kamu yang sabar ya. Mungkin memang saat ini bapak dan ibumu sedang ada masalah. Berdoa ya semoga masalah beliau segera bisa diatasi Wati: Hatiku hancur waktu mendengar ibuku minta cerai. Seandainya mereka benar-benar bercerai, aku harus ikut siapa? aku malu, malu sekali Sita. Sita: Aku mengerti sekali perasaanmu, tapi kamu juga jangan sampai terlalu sedih karena aku khawatir kalau kamu terlalu sedih nanti malah akan mempengaruhi sekolahmu. Kita sebentar lagi mau menghadapi Unas lho Wati: Ah biarlah, seandainya aku tidak lulus juga mungkin orang tuaku tidak peduli. Sita: Tidak ada orang tua yang tidak peduli dengan anaknya. Hanya mungkin saat ini mereka berdua sedang ada masalah jadi terlihat seperti mereka sedang sibuk dengan urusan mereka sendiri Wati: Percuma aku punya orang tua kalau setiap hari isinya bertengkar saja. Apa mereka berdua tidak malu dengan tetangga yang sudah pasti mendengar suara mereka bertengkar? Dari ruangan dalam rumah keluarlah seorang ibu-ibu sambil membawa pisang goreng dan teh manis.. Ibu itu adalah Ibu Dibyo, Ibunya Sita. Ibu Dibyo: Tidak baik bicara seperti itu Wati. Apapun yang terjadi, mereka berdua adalah orang tuamu. Banyak anak-anak di luar sana yang sangat menginginkan mempunyai orang tua Wati: (sambil menunduk dan menangis) Saya harus bagaimana bu? Ibu Dibyo: Bersikaplah seperti biasa, tetap menjadi anak yang penurut. Bila ada kesempatan yang tepat, cobalah bicara dengan bapak ibumu, sampaikan bahwa kamu merasa sangat tidak nyaman bila mereka berdua bertengkar. Wati: akan saya coba bu.. Sita: Nah, kamu jangan sedih lagi ya. Ayo donk tersenyum lagi (sambil mengusap air mata Wati dan membelai rambut Wati) Wati: terima kasih Sita, terima kasih bu. Sita, beruntung sekali kamu memiliki Ibu yang sabar. Sita: Lho sejak dulu kan kamu sudah dianggap bagian dari keluargaku. jadi ibuku juga ibumu lho. Benar kan bu? Ibu Dibyo: Iya benar. wati sudah ibu anggap seperti anak ibu sendiri Wati: Bu, malam ini saya boleh menginap disini? Ibu Dibyo: Boleh, tapi kamu harus telp ke rumah dulu. Beritahu Bapak dan Ibumu kalau kamu menginap disini supaya mereka berdua tidak bingung mencarai kamu ada dimana Wati: iya bu, terima kasih