Metode Case Based Reasoning (CBR) | Kasus-Kasus Terdahulu

No comment 246 views
Cased based Reasoning merupakan sebuah metode dimana untuk memecahkan suatu permasalahan, metode ini memanfaatkan knowledge dari kasus-kasus yang sudah ada sebelumnya. Jika terdapat kasus baru yang belum ada pada kasus-kasus sebelumnya, maka metode ini akan melakukan learning dan menambahkannya pada knowledge base sebagai knowledge yang baru sehingga knowledge yang dimiliki oleh sistem bertambah. Pada Case Based Reasoning, yang menjadi basis pengetahuan adalah fakta-fakta berupa kasus-kasus sebelumnya yang pernah ada dan serangkaian alur untuk memeriksa, menghitung, serta menyimpulkan suatu solusi dari permasalahan yang diberikan. Serangkain alur tersebuat antara lain: Retrieve, Retain, Reuse dan Revise.

Metode Case Based Reasoning

Metode Case Based Reasoning CBR Berbasis Kasus Retrieve

Tahapan ini adalah metode yang pertama kali memproses inputan yang diberikan oleh user. Retrieve dimulai dari mendeskripsikan permasalahan dan diakhiri dengan penemuan best matching dengan case yang sudah ada pada knowledge base. Pengenalan masalah pada tahap retrieve berkaitan erat dengan user interface yang di berikan terhadap user. Jika inputan yang diberikan oleh user tidak dikenali di dalam sistem, maka proses selanjutnya tidak akan bisa dilakukan. Sebaliknya, jika inputan yang diberikan user dikenali oleh sistem. Selanjutnya akan dilakukan pencarian tingkat kemiripan antara case yang diberikan dengan case pada knowledge base. Pencarian tingkat kemiripan ( Initial match) bertujuan untuk mencari kandidat solusi yang mungkin. Ada dua tahap yang dilakukan dalam revise ini:
  1. Membandingkan kasus input dengan semua knowledge yang sudah tersimpan,untuk di cari jumlah anggota terbanyak antara kasus input dengan kasus yang ada dalam knowledge base. Perbandingan dilakukan perkasus.
  2. Mencari tingkat kemiripan antara kasus input dengan kasus-kasus dalam knowledge base.
Retain
Retain adalah menyimpan bagian-bagian dari pengalaman tersebut yang mungkin berguna untuk memecahkan masalah di masa yang akan datang.
Reuse
Pada dasarnya tahapan Reuse fokus kepada dua aspek yaitu: Perbedaan antara kasus sebelumnya dengan kasus saat ini dan bagian mana dari kasus yang sudah diproses pada tahapan retrieve sebelumnya bisa dijadikan bagian dari kasus saat ini. Ada dua macam tipe pengimplementasian tahapan reuse ini:
  1. Menggunakan semua bagian kasus yang lama untuk menyelesaikan kasus.
  2. Kasus yang lama tidak bisa digunakan secara langsung untuk menangani kasus yang baru, tapi hanya beberapa bagian dari kasus lama yang bisa dipakai untuk membantu pembentukan solusi.
  Kedua tipe tersebut diimplementasikan berdasarkan kondisi yang terjadi ketika dilakukan retrieve.Semua bagian kasus dijadikan solusi untuk kasus yang baru ketika memiliki tingka kemiripan 100%. Sedangkan tahapan kedua dilakukan ketika terjadi kasus yang ada pada knowledge base memiliki tingkat kemiripan < 100 %.
Revise
Yang dilakukan pada tahapn revise adalah meninjau kembali solusi yang telah diberikan untuk menghasilkan solusi yang lebih baik. Pada saat ditemukannya permasalahan yang baru, hal pertama yag akan di lakukan adalah proses Retrieve. Dengan proses Retrieve, sistem akan melakukan dua langkah pemrosesan, yaitu:
  1. Pengenalan masalah
  2. Pencarian persamaan masalah pada database.
Setelah proses Retrieve selesai dilakukan, lalu akan dilanjutkan dengan proses Reuse. Pada proses ini, sistem akan menggunakan informasi permasalahan sebelumnya yang memiliki kesamaan untuk menyelesaikan permasalahan yang baru. Pada proses Reuse akan menyalin atau menyeleksi informasi yang dibutuhkan. Selanjutnya pada proses Revise, informasi tersebut akan dievaluasi, dan diperbaiki kembali untuk mengatasi kesalahan-kesalahan yang terjadi pada permasalahan baru. Untuk langkah akhir pada case based reasoning, akan dilakukan proses Retain dimana sistem akan memilah-milah solusi yang baru dan menyimpan solusi yang baru ke dalam knowledge base untuk menyelesaikan permasalahan yang akan datang. Begitulah penjelasan berjalannya metode Case Based Reasoning (CBR) dengan 4 prosedur langkah pencari kemiripan pada kasus terdahulu. Sumber :
  • Pengembangan Engine Sistem Pakar untuk Sistem Pakar yang Dibangun dengan Metode Case-Based Reasoning Berhierarki
  • Fadlan Arief Dwinanda (113060262)
  • Library IT TELKOM Bandung